Monday, 31 March 2014

Sebelum Kuterima Nikahnya

Sebelum kuterima nikahnya,
Kuharus bertanya,
Mengapa kuterima nikahnya?
Bagaimana persediaannya?
Fizikalnya?
Mentalnya?
Rohnya?

Sebelum kuterima nikahnya,
Kuharus sedar,
Aku bakal menggalas amanah yang besar,
Bukan sekadar,
Bercinta hingga ke syurga,
Tetapi amanah untuk memelihara keluarga,
Dari azab api neraka.

Sebelum kuterima nikahnya,
Kuharus koreksi,
Adakah cukup rekonstruksi diri?
Bagaimanakah prestasi?
Amal fardi?
Amal dakwi?
Kerna jika diri tak terisi,
Takkan mampu mengisi!

Sebelum kuterima nikahnya,
Kuharus terima dahulu,
Nikahnya kedua ibu bapaku,
Sudahkah diri ini,
Menyemai bakti?
Mendoakan tika malam hari?
Mengucupi dahi?
Ah...sungguh banyak noda,
Yang tak terkira,
Kubuat terhadap mereka.

Sebelum kuterima nikahnya,
Kuharus bertanya,
Adakah kusudah bersedia,
Menerima dan memikat mertua?
Luruskan niatnya,
Perbaiki komunikasinya,
Pelajari kemahirannya,
Kerna hati manusia Allah yang punya!

Sebelum kuterima nikahnya,
Kubermonolog sendiri,
Layakkah diri ini,
Menerima nikahnya nanti?
Ya Allah kuatkanlah hamba-Mu ini,
Tiada daya dan upaya,
Melainkan dengan izin Ilahi.

Credit: SaifulIslam@SejarawanUmat@UstHasrizal

2200, 31 MAC 2014
Irbid, Jordan